Bringin, SID - Katak Lembu (Bullfrog) adalah salah satu bahan kuliner langka dengan cita rasa yang khas. Dengan tekstur daging lembut, daging Katak Lembu menjadi makanan favorit apabila dimasak dengan goreng tepung maupun sup.
Konsumsi daging katak dewasa ini sangat terkenal di berbagai pelosok daerah bahkan di luar negeri (Amerika, Kanada, Jepang, dan lain sebagainya). Salah satu target pemasaran Katak Lembu adalah restoran dan hotel bintang 5. Selama berkecimpung di dunia pengembangbiakan Katak Lembu, Mas Kimpling belum mampu untuk memenuhi besarnya pasar permintaan daging Katak. Bahkan untuk beranjak ke dunia Ekspor, Mas Kimpling belum sanggup, karena kontrak kerja yang harus dipenuhi berkisar 1ton katak siap konsumsi dalam 1 bulan.


BETERNAK KATAK LEMBU / BULLFROG (RANA CATESBEIANA)
Beternak katak lembu / bullfrog ( Rana Catesbeiana) sebenarnya gampang-gampang susah, namun dengan seiring perjalanan budidaya itu sendiri, kita akan belajar seni dari beternak katak jenis ini. Sebelum kita kupas cara beternak katak lembu ini, sebelumnya saya ingin memberikan sedikit pemberitahuan, bahwasanya semua artikel yang saya tulis ini berdasarkan pengalaman pribadi saya sendiri selama budidaya katak lembu. Jadi bila ada referensi lain yang tidak sesuai atau kurang pas dengan cara saya berbudidaya, tulisan saya ini tidak bisa dijadikan acuan sepenuhnya. Karena bisa jadi antara cara saya beternak ini dengan peternak lain berbeda, dan kondisi kolam, air, bibit katak, situasi daerah, cuaca, dan lain-lain, dapat mempengaruhi perbedaan cara penanganan dalam berbudidaya. Dan dalam artikel ini, sementara waktu saya hanya membahas tentang sistem pembesaran saja, bukan dari pemijahan / mengawinkan katak. Mari kita bahas mulai dari awal tentang budidaya ini. Katak lembu / bullfrog ( Rana Catesbeiana) adalah jenis katak yang aslinya dari Amerika Utara. Panjang tubuhnya dapat mencapai 19 - 23 cm, dengan berat (siap jual / konsumsi) 1,5 - 3 ons per ekor. Katak lembu / bullfrog ( Rana Catesbeiana) ini merupakan jenis katak yang mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar, sehingga dapat berkembang dengan cepat. Katak Lembu / Bullfrog ( Rana Catesbeiana ) Katak jenis ini terbilang sangat jinak, bila kita pegang, dia tidak akan menggigit. Namun katak ini termasuk hewan lincah menurut saya, karena gerakannya yang cepat pada saat kita dekati atau hendak dipegang / ditangkap. Cara membedakan katak jantan dan betina sangat mudah, cukup dilihat dengan kasat mata saja sudah terlihat beda jantan dan betina(jantan leher warna kuning lingkar telinga lebar dan betina warna leher putih dan lingkar telinga kecil).

1.PEMBUATAN KOLAM
Hampir sama dengan kolam pembesaran ikan pada umumnya. Bisa terbuat dari batu bata merah ataupun batako. Bisa juga pada kolam terpal atau fiber. Namun saya pribadi menggunakan kolam yang terbuat dari batako, karena selain murah, bahannya juga gampang didapat, dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama. Kolam pembesaran katak lembu / bullfrog ( Rana Catesbeiana) tidak perlu terlalu luas. Disini saya membuat kolam ukuran panjang 10 meter, lebar 2,25 meter, dan tinggi + 80 cm. Dan kolam tersebut saya bagi / sekat menjadi 5 kolam. Jadi masing-masing kolam mempunyai panjang 2 meter, lebar 2,25 meter, dan tinggi 80 cm (4 batako) . Hal lain yang perlu diperhatikan adalah air, bila didekat kolam anda sudah ada air yang melimpah, hal itu sangat baik, mengingat katak ini harus dijaga kadar air dan kebersihan airnya. Bila belum ada air, ya anda harus memasang dulu sumber airnya. Seperti pompa air dan sebagainya. Hal berikutnya adalah atap. Kolam katak lembu / bullfrog ( Rana Catesbeiana) harus diberi atap / penutup, agar pada siang hari, katak tidak kepanasan dan membuat stres bahkan sampai mati. Selain itu, pemasangan atap / penutup, dapat mempertahankan suhu kolam itu sendiri. Atap / penutup disini yang saya sarankan adalah berupa PARANET. Kenapa saya sarankan paranet, karena selain harganya yang murah, paranet dapat memangkas suhu matahari sebesar 80% - 90%. Dan juga tingkat kekuatan / keawetan paranet itu sendiri, bisa mencapai 4 - 6 tahun. Disisi lain, penggunannya yang mudah dan tidak ribet dan memakan biaya lainnya. Pemakaian paranet sebagai atap / penutup atas Penutup atas hukumnya mutlak dan wajib, mengingat katak lembu / bullfrog ( Rana Catesbeiana ) adalah hewan yang menyukai kelembaban tinggi. Perlengkapan berikutnya adalah sumber air, bisa pompa air atau lainnya. Dan juga selang air sebagai pembersih kolam untuk menyemprot sisa kotoran yang ada, panjang selang menyesuaikan dengan kebutuhan. Kolam pada bagian dalam harus diberi lapisan semen (lepo), upayakan sehalus mungkin. Hal ini bertujuan agar katak tidak terluka / mudah tergores ketika melompat. Atau bisa juga dicat dengan cat pelapis anti bocor. Drainase / pembuangan air bisa diatur sesuai kebutuhan, bisa ditengah maupun disamping. Disini saya menggunakan drainase disamping untuk memudahkan dalam pengurasan / pembuangan air. Lubang drainase berada disamping Dasar kolam dibuat datar namun agak miring kearah pipa pembuangan untuk memudahkan air mengalir ketika dikuras, dan kotoran dapat keluar bersama air kolam. Tapi jangan terlalu miring, agar katak antara ujung kolam satu dengan lainnya mendapatkan porsi air / ketinggian air yang sama. Kemiringan dasar kolam cukup berkisar 5 - 7 derajat saja. Lebih baik lagi jika atas kolam diberi pengaman seperti jaring dan sebagainya, namun upayakan bahannya tidak membuat / menghalangi sinar matahari. Tujuannya adalah, agar predator seperti burung, ular, biawak, dll, tidak dapat masuk. Tapi hal ini tidak mutlak harus diberikan, tergantung kondisi kerawanan masing-masing kolam saja.


2. PERSIAPAN KOLAM
Sebelum kolam dapat digunakan atau dimasuki benih katak, hal utama yang harus dilakukan adalah menetralkan kolam dari zat-zat berbahaya. Seperti semen, dan kandungan zat-zat berbahaya lainnya. Bersihkan kolam dari sisa-sisa material seperti pasir, batu, semen, dll, sampai benar-benar bersih. Lalu isi air hingga setengah dari ketinggian kolam. Potong-potong batang pohon pisang (lebih bagus pakai batang pohon pisang yang udah busuk) sebanyak 0,5 - 1 batang pohon hingga potongan kecil-kecil, lalu masukkan langsung kedalam kolam yang sebelumnya sudah diisi dengan air tadi. Lalu biarkan selama + 1 minggu, sambil sehari sekali diaduk-aduk. Air kolam dari hari kehari akan menjadi agak keruh, jangan khawatir, karena hal itu bagus, dan menandakan proses penetralan air telah berjalan. Setelah 1 minggu, buang air sampai habis, sisa dari batang pisang yang sudah melunak tersebut digosok-gosokkan pada dinding kolam dan dasar kolam hingga merata. Setelah itu buang, bersihkan kolam hingga benar-benar bersih.Isi kembali kolam dengan air hingga setengah ketinggian, biarkan selama 1 x 24 jam. Tujuannya agar sisa-sisa dari pembersihan tadi luntur dan tercampur kedalam air. Keesokan harinya kuras / buang air. Kolam siap digunakan. Akan lebih bagus jika kolam diberi percikan air kedalam kolam, sehingga suasana kolam seperti alam bebas, dan kelembapan kolam terjaga sepanjang waktu. Tidak perlu aliran air yang besar, yang penting air cukup gemericik saja. Kolam yang diberi percikan air, dapat mengurangi tingkat stres katak itu sendiri. Kolam ukuran 2 meter x 2 meter, dapat menampung katak sebanyak 200 - 400 ekor.


3. PEMBELIAN BIBIT
Bibit katak bisa kita beli mulai dari kecebong, maupun sudah percil. Bila anda masih pemula, saya sarankan untuk membeli bibit dari percil saja, karena selain perawatannya yang mudah, tingkat kematiannya juga rendah. Karena percil merupakan katak sempurna dari proses metamorfosis katak, dan tingkat kekebalan tubuhnya dari kondisi alam maupun cuaca sudah terbilang baik. Percil ukuran ibu jari tangan Bila memilih benih dari kecebong, minimal belilah kecebong ukuran / besar minimal seujung ibu jari. Tujuannya adalah menekan angka kematian itu sendiri, mengingat proses memelihara kecebong hingga menjadi percil bisa dibilang gampang-gampang susah. Sebelum anda membeli kecebong, 3 - 5 hari sebelumya, isi kolam setinggi 30 - 50 cm. lalu beri air kolam tersebut dengan probiotik. Gunanya adalah untuk menumbuhkan plankton. Dimana plankton merupakan salah satu pakan alami kecebong. Kolam ukuran 2 x 2,25 m tersebut saya beri + 10 - 20 ml cairan probiotik. Probiotik boleh merk apa saja, tergantung kesukaan masing-masing individu. Bisa dibeli ditoko perikanan. Bila tidak mau repot / ribet, penggunaan probiotik bisa dikesampingkan / tidak usah memakai probiotik. Cukup isi air setinggi 30 - 50 cm (air bersih dan jernih), dan biarkan 3 - 5 hari. Baru kecebong dimasukkan. Air kolam yang semula bening jernih, setelah diberi probiotik lama kelamaan akan berubah warna menjadi bening agak kehijuan. Itu menandakan plankton telah tumbuh dengan baik dan kecebong siap tebar. Jangan lupa, beri kolam dengan tanaman air seperti talas / senthe, bisa juga enceng gondok. Selain menambah suplai oksigen, tanaman air membuat kolam seperti alami, dan kecebong suka dengan keberadaan tanam tersebut. Kondisi air dan pemberian tanaman air berupa talas / senthe Tebar / masukkan kecebong kedalam kolam secara perlahan-lahan (aklimatisasi), agar kecebong dapat menyesuaikan dengan kondisi tempat yang baru.


4. PEMBERIAN PAKAN
Kecebong yang sudah masuk kolam jangan langsung diberi makan, biarkan dahulu minimal 12 jam untuk proses adaptasi. Setelah itu baru bisa diberikan pakan berupa pur / pakan ikan. Maaf bila disini saya menyebutkan merk, dikandung maksud agar para pembaca mudah dalam aplikasinya dilapangan. Pakan ikan yang saya gunakan untuk kecebong ukuran seujung jari adalah PF 800 . Karena selain ukuran pur yang sesuai dengan mulut kecebong, kandungan proteinnya cukup besar. Pakan cukup ditebar didalam kolam, kecebong akan menghampiri dan memakan bila merasa lapar. Selain itu bisa juga diberi pakan alami seperti cacing sutera. Pemberian pakan jangan terlalu banyak, upayakan pemberian secara pas. Pertama ambil segenggam pakan, lalu taburkan. Lihat berapa lama pakan tersebut habis. Pemberian pakan disini selama kecebong cukup 1 x sehari. Bila pakan selama 1 hari lebih, jangan ditambah lagi. Biarkan sampai pakan tersebut habis. Setelah habis, kita sudah tahu, berapa kira-kira pemberian pakan selama 1 hari. Pemberian pakan sebaiknya dilakukan pada pagi hari, berkisar antara jam 07.00 sampai dengan jam 09.00, dimana kondisi alam masih bagus. Bila kecebong sudah seukuran ibu jari tangan / lebih, ganti pakan dengan PF 1000 . Aplikasinya sama, pakan ditebar didalam air kolam. Sirkulasi air 2 - 3 hari sekali untuk menjaga kualitas air. Caranya bisa dengan cara menyedot kotoran yang ada didasar kolam dengan selang yang dialirkan, maupun mengurangi air hingga 50%, dan isi lagi hingga ketinggian awal. Setelah itu beri cairan probiotik lagi sebanyak 10 ml saja untuk mempertahankan plankton. Kadang air kolam akan berubah menjadi hijau agak gelap / pekat, bila mengalaminya, buang air hinnga 75%, isi kembali dengan air bersih sampai ketinggian semula. setelahnya tidak perlu diberi probiotik. Air kolam yang berwarna hijau pekat menandakan adanya ledakan pertumbuhan alga dan plankton. Memang tidak berbahaya, namun dengan kondisi air seperti itu, kita akan sulit melihat kondisi kecebong yang ada didasar kolam. Bila kecebong sudah mempunyai kaki sempurna (depan dan belakang) atau sudah menjadi percil, meskipun masih mempunyai ekor, upayakan segera memindahkan kekolam yang baru. Dikandung maksud, percil tersebut segera menempati kolam baru dan segera beradaptasi dengan air yang minim (setinggi kaki depan). Lain halnya jika anda membeli bibit dari ukuran percil, anda tidak perlu repot- repot menyiapkan air kolam. Cukup masukkan percil kedalam kolam, dan isi air kolam hingga ketinggian maksimal kaki depan percil. Cukup air bersih, dan tidak perlu menambahkan probiotik. Air kolam hanya sebatas tinggi kaki depan percil Bila anda memulai dari percil, perlakuan hampir sama dengan kecebong. Hanya saja, pakan sudah bisa diberikan pada percil tanpa rentang waktu yang lama. Bila anda memasukkan percil pagi hari, sore sudah bisa diberi makan. Akan lebih baik, jika percil ini kita beri pakan tambahan ulat kandang, pemberian cukup selama 1 minggu diawal tebar saja. pemberian bisa pagi ataupun sore hari. Bila pagi diberi pakan pur, maka pemberian ulat disore hari. Pemberian pakan ulat perlakuannya hampir sama dengan pemberian pur, yaitu secukupnya saja. Pemberian pakan ulat kandang ini dikandung maksud untuk menambah asupan protein bagi katak. Pemberian pakan sama dengan kecebong, kita kira-kira dulu seberapa kemampuan percil menghabiskan pakan. Percil sudah bisa kita beri makan 2 x sehari . Jangan terlalu banyak, karena jika terlalu banyak, sisa dari pakan akan menimbulkan tumbuhnya bakteri, dan bakteri inilah salah satu penyebab kegagalan pembudidaya katak. Katak akan terserang penyakit, dan lama-lama akan mati.Pakan ukuran percil sudah berganti menjadi agak besar. Disini saya menggunakan pakan 781-1, bisa juga diganti dengan LP 1. Langsung tebar pakan didalam air kolam, tak lama percil-percil itu akan langsung menyantap pakan tersebut. Sebagai pakan alternatif alami, bisa juga katak diberi pakan alami seperti jangkrik, ulat hongkong / kandang, rayap, kroto, cacing, ataupun maggot / larva. Katak menyukai makanan yang bergerak / mengapung, katak kurang suka makanan yang diam saja (ditaruh diatas tempat kering). Mungkin dengan dilatih dari kecil, katak mau makan ditempat kering sekalipun. Pemberian pakan dari waktu kewaktu terus berubah / berganti sesuai dengan kebutuhan katak itu sendiri.sesuaikan dengan ukuran mulut katak itu. mulai dari 781-1, 781-2, 781-3, 782, dan menjelang panen menggunakan PF 128 . Perbandingan pelet 782 dan PF 128. Bila ingin mendapatkan hasil yang maksimal pada saat panen , dengan ukuran dan bobot katak yang bagus, pemberian pakan PF 128 diberikan pada saat menjelang panen. Kira-kira 3-4minggu sebelum panen kita berikan pakan PF 128, atau untuk ukuran kolam saya, saya berikan PF 128 tiap-tiap kolam menghabiskan sebanyak 3-4 sak. Hasilnya sangat bagus, bobot katak juga banyak, selain itu pertumbuhan kaki (paha) juga besar. Pakan PF 128.

<iframe src="https://www.youtube.com/embed/FYsrXhUfN_8" frameborder="0" width="560" height="315"></iframe>

5. PEMBERSIHAN KOLAM
Kolam sebaiknya dikuras sehari minimal 2 kali, agar sisa pakan dan kotoran tidak menumpuk dan menjadi bumerang bagi kesehatan katak itu sendiri. Pakan yang berlebih dan tidak dimakan oleh katak akan memunculkan bakteri, dan sisa kotoran yang tidak dibersihkan akan memunculkan amoniak. Air kolam keruh, harus diganti dengan yang baru Buang air seluruhnya, semprot kolam untuk membuang kotoran dan sisa pakan yang ada hingga benar-benar bersih. Semprot menggunakan selang air, pelan-pelan saja agar katak tidak ikut terlempar ketika terkena semprotan. Perlu diingat, perlakuan pembersiahan kolam dengan cara penyemprotan ini baru bisa dilakukan ketika katak sudah menjadi percil penuh . Untuk kecebong perlakuan penggantian air sudah saya jelaskan seperti diatas. Selesai dikuras dan dibersihkan, isi kembali kolam ke ketinggian semula. Selanjutnya baru bisa dilakukan pemberian pakan. Perlu diingat, pemberian pakan dilakukan ketika air sudah bersih / setelah dikuras. Jangan memberikan pakan ketika air kotor, karena pakan akan bercampur dengan kotoran dan masuk kedalam pencernaan katak. Sehingga katak dapat mengalami sakit, dan yang paling parah adalah kematian .


6. PENANGANAN KATAK (SORTIR)
Katak jika sudah berumur 1 bulan dari ukuran percil, maka sudah mulai kita sortir. Karena sudah mulai terlihat besar dan kecil katak yang tidak seragam. Sebenarnya tidak terlalu mencolok perbedaan ukurannya, namun jika dibiarkan terus tanpa disortir, maka katak yang berukuran besar akan mendominasi yang kecil. Katak yang kecil akan terdominasi dan stres, dengan kondisi seperti itu maka otomatis akan mempengaruhi pertumbuhan katak itu sendiri. Katak umur 1 bulan Sortir / pilih katak yang seukuran. Katak besar dijadikan satu dengan katak besar, dan yang kecil dengan yang kecil pula. Dengan catatan, jumlah per kolam tetap sama. Katakan 1 kolam berisi 350 ekor, setelah disortir dan dipilah, jumlahnya tetap sama. Hal ini bertujuan untuk menjaga populasi katak itu sendiri. Tidak terlalu sedikit, dan tidak terlalu banyak. Kegiatan sortir ini dapat dilakukan sewaktu-waktu, tergantung pertumbuhan katak itu sendiri, jika kita lihat sudah ada ukuran yang tidak seragam, maka kita lakukan sortir. Sortir selain mengurangi tingkat dominasi katak besar, juga dapat meminimalkan kanibalisme katak. Katak yang besar biasanya akan memakan katak yang kecil, ketika dia merasa kelaparan. Oleh karena itu, pemberian pakan yang tepat dan teratur harus selalu kita perhatikan. Catatan. Bila penyortiran sudah dilakukan, jangan memindah-mindah katak terlalu sering tanpa tujuan yang pasti. Karena hal ini dapat membuat katak stres, dan biasanya menurunkan nafsu makannya. Lakukan saja bila dinilai memang sangat perlu seperti, ada kebocoroan kolam, sehingga perlu renovasi kolam, atau kolam terserang penyakit masal, dll.


7. TANDA KESEHATAN DAN PENYAKIT
Ada beberapa cara / tehnik dalam mengenali dan memeriksa kesehatan katak itu sendiri. Katak yang sehat sangat mudah kita lihat dengan cukup dilihat saja. Antara lain adalah: Selama saya berbudidaya katak, alhamdulillah katak saya belum pernah terserang penyakit. Hal ini terjadi karena saya menerapkan sistem kebersihan kolam dengan seksama dan terukur. Serta pemberian pakan yang memadai. sesuai dengan kebutuhan katak itu sendiri. KAKI MERAH (Red Leg Syndrome) . Penyakit inilah yang menjadi momok bagi peternak katak lembu. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri. Penyakit ini menyerang dengan tiba-tiba, cepat menular, sangat merugikan, berujung pada kebangkrutan. Yang diserang adalah bagian paha katak, padahal nilai yang paling ekonomis dari katak adalah paha itu sendiri. Pemicu penyakit ini adalah karena stres pada katak, penyakit ini biasanya menyerang katak usia 1 - 2 bulan. Ciri- cirinya, kaki pada bagian paha bahkan hingga perut dan kaki depan berwarna merah, katak menjadi lemas, dan apabila terserang penyakit ini, dalam hitungan hari bahkan jam, katak akan mati. Penyebab terjadinya penyakit ini adalah karena:luka gigitan katak lain dan terkena bakteri air kolam yang kotor. Cara mengatasinya adalah dengan cara ganti air kolam dengan yang baru dan bersih, beri larutan antibiotik seperti Tetracyline. Pisahkan katak yang terserang kaki merah kedalam kolam yang baru. katak yang sakit disuntik dengan Ampicillin dengan dosis 25 mg / kg berat badan. Kolam diberi Potassium Permanganate dengan dosis 2 - 4 mg / liter air atau bisa juga diberi garam(kebanyakan tetap mati katak yang terkena kaki merah kecil kemungkinan untuk sembuh).


KATAK KEMBUNG (Dropsy Bloat) .
Ciri- cirinya adalah tubuh katak menjadi menggelembung seperti katak enthus / plenthus. Kurang lebih badannya seperti balon yang ditiup. Katak ini menjadi tidak aktif bergerak / malas. Penyebab penyakit ini adalah: kebanyakan makan
Penanganannya adalah dengan cara memisahkan katak yang sakit kedalam kolam baru dan beri sedikit makan sampai normal(sembuh) baru dimasukkan kembali kedalam kolam sebelumnya.


KANIBALISME.
Ini bukanlah suatu penyakit, hanya suatu kondisi dimana katak yang berukuran lebih besar mendominasi populasi, dan memakan katak yang lebih kecil. Biasanya hal ini terjadi karena katak kelaparan, ataupun stres. Penyebabnya adalah karena ketidak seragaman ukuran katak, kelaparan, terlalu banyak sinar matahari yang masuk kekolam, makanan katak yang kurang mencukupi sehingga katak kelaparan, dan padatnya populasi dalam 1 kolam. Pada dasarnya, Katak lembu / bullfrog adalah tipikal katak kanibal, sifat kanibalisme ini sudah merupakan sifat menurun dari katak itu sendiri. Bila terjadi kanibalisme atau dominasi katak besar, maka katak yang terdominasi akan stres dan menumpuk dipinggir / pojok kolam. Saling menindih satu sama lain, sehingga katak yang tertindih akan semakin stres, lama- kelamaan kan kekurangan oksigen, dan akhirnya mati. Kadang pernah dijumpai saling melukai satu sama lain (saling menggigit). Pencegahannya, isi kolam dengan populasi yang pas dan tepat. Jangan biarkan kolam terkena sinar matahari langsung. Berikan pakan secara merata pada kolam, sehingga tidak saling berebut. Air kolam ganti dengan yang baru, sehingga kadar oksigen air terjaga.


KATAK LUKA. Katak yang terluka biasanya akan menyendiri dan tidak mau bergabung dengan katak lainnya, dan pertumbuhannya menjadi lambat. Katak yang terluka, biasanya disebabkan oleh gigitan katak lain, tergores kolam, dll. Sebisa mungkin dipindahklan kekolam yang baru, beri Supertetra. 1 kolam ukuran 2 x 2 meter cukup beri 2 Supertera saja. Caranya dengan mengambil isi Supertetra, larutkan kedalam 0,5 - 1 liter air, semprotkan pada luka katak yang sakit. dan sisanya disemprotkan pada air kolam. Perlakuan ini pernah saya lakukan selama 2 - 3 hari berturut-turut, dan hasilnya bisa dibilang bagus. Pemberian obat bisa dilakukan pagi / sore hari.

8. PENCAMPURAN PAKAN (NUTRISI)
Disini pencampuran pakan dengan nutrisi lain tidak harus diberikan, hanya jika dirasa perlu saja dan ada waktu senggang, bisa melakukan pencampuran pakan ini. Pakan katak tanpa diberi campuran nutrisi tetap dapat hidup dengan sehat dan normal. Saya memberikan tambahan nutrisi pada pakan dengan maksud, menambah nutrisi pakan itu sendiri, dan menjaga kesehatan katak terutama pada musim penghujan yang notabene suhu berubah-ubah, sehingga tingkat daya tahan tubuh katak berkurang. Pemberian nutrisi yang saya terapkan adalah dengan menambahkan vitamin baik vitamin A, B komplek, C, D, dan E. Serta asam amino secukupnya dan juga probiotik. Semua bahan tersebut ditakar sesuai dengan anjuran pada tiap-tiap merk. Lalu saya tambahkan air kira-kira 100 - 200 ml per 1 kg pakan, dikocok / dicampur, setelahnya disemprotkan secara merata ke pakan katak. Diamkan selama 10 menit agar air dan nutrisi terserap kedalam pakan, baru diberikan kepada katak. Hal ini hanya dilakukan menjelang pemberian pakan saja, tidak untuk disimpan terlalu lama. Karena apabila setelah pencampuran nutrisi ini dilakukan, dan disimpan terlalu lama, maka dikhawatirkan nutrisi yang ada tersebut akan mengalami penurunan kualitas gizi dan bahkan menjadi rusak. Untuk merk vitamin bebas tergantung selera anda , bila tidak ada vitamin khusus katak didaerah anda, maka dapat diganti dengan vitamin perikanan seperti produk dari BOSTER (GROTOP, PREMIX AQUAVITA, VITALIQUID, AMINO LIQUID, PROGOL, dll), ataupun dari produk NASA (VITERNA, HORMONIK, POC NASA), dan probiotik bisa menggunakan EM4, STARBIO, ataupun SOC HCS. _ maaf sekali lagi bila menyebutkan merk_ . Dari hasil yang sudah pernah saya lakukan pada pencampuran nutrisi ini, tingkat kematian katak berkurang. Awalnya sebelum saya tambahkan nutrisi pada pakan, ada beberapa katak yang mati ( sudah hal lumrah), namun setelah saya mencampur nutrisi pada pakan, tingkat kematian berkurang banyak dan bisa dibilang sudah tidak ada. Sebagai sampel saja, saya pernah memelihara katak sebanyak 1.000 ekor, sebelum saya beri nutrisi, tiap 2 / 3 hari sekali ada katak yang mati sebanyak 1 - 3 ekor per harinya. Lalu saya beri nutrisi tersebut kedalam pakan, dan hasilnya setelah 1 mingguan, katak sudah tidak ada yang mati, kalaupun ada hanya 1 ekor , itupun tidak tiap hari ada yang mati. Saya total katak 1.000 ekor tersebut yang mati hanya 43 ekor saja sampai panen. Bila kita kalkulasi, prosentase kematian hanya sebesar 4,3%. Lumayan bagus kan !!!. Dari rekan-rekan saya yang sudah dahulu beternak katak, tingkat kematian katak dalam satu siklus per 1.000 ekor, angka kematian sebanyak kurang lebih 100 hingga 200 ekor, bahkan ada yang sampai 500 ekor yang mati. Namun tidak usah khawatir, bila pengaturan / manajemen air, pemberian pakan, perawatan, sanitasi, dll kita lakukan dengan seksama dan benar, bahkan tanpa menambahkan nutrisi, tingkat kematian bisa kita tekan seminimal mungkin.

9. PANEN DAN ANALISA HASIL
Dari semua hal yang telah saya bahas diatas, mungkin inilah yang paling ditunggu-tunggu, ya... PANEN .... Setelah usaha yang saya lakukan selama 3-3,5bulan, mulai perawatan dari percil hingga katak siap panen, mulai dari perawatan air, kebersihan kolam, pemberian pakan, penanganan penyakit, pencampuran nutrisi, dll, pada saat panen terasa lega bila melihat katak yang siap panen terlihat gemuk dab sehat-sehat. Pemanenan katak bisa kita lakukan setelah katak dinilai cukup besar dari segi ukuran badannya maupun bobotnya. Katak yang siap panen badannya besar, kaki-kakinya padat berisi, bila dipegang terasa padat (tidak lembek). Bobot katak yang siap panen adalah minimal 1,5 ons per ekornya. Bisa 2 ons atau bahkan sampai 3,5 ons per ekor. Atau tergantung dari permintaan konsumen itu sendiri. Harga per kilo saat ini adalah Rp.27.000,- sampai dengan Rp.30.000,-, itu dalam keadaan katak masih hidup. Lebih baik kita langsung bahas kalkulasi panennya mulai dari awal sampai akhir. Data diatas adalah perhitungan kasar panen per 1.000 ekor yang sudah pernah saya jalani, baik dari pembelian percil, pakan, vitamin, dll, . Harga bisa berubah-ubah sesuai dengan harga pakan dan harga benih, serta harga per kilo panen. Dari 1.000 ekor yang siap panen, dikurangi kematian sekitar 50 - 100 ekor, dan katak yang pertumbuhannya lambat (kunthing / kecenthet), saya mendapatkan bobot sekitar 150 sampai dengan 175 kg. Jika ditotal dengan harga per kilo Rp.29.000,-, maka 150 kg x Rp.29.000 = Rp.4.350.000,-. Rp.4.350.000,- dikurangi dengan modal awal sebesar Rp.2.828.000,- , jadi hasil bersih yang diterima sebesar Rp.1.522.000,- . Rp.1.522.000,- tersebut adalah untuk sekali panen siklus 3-3,5 bulan dengan padat tebar 1.000 ekor. Itupun sudah saya buat hitungan paling rendah, baik dari jumlah katak yang siap panen (hidup) maupun jumlah total bobotnya (kg). Silahkan anda bayangkan sendiri jika kita memelihara sebanyak 3.000 - 5.000 ekor, tinggal dikalikan saja.


10. PASCA PANEN
Setelah selesai masa panen, maka kolam dapat dibersihkan dengan cara dikuras dan digosok lantainya dengan menggunakan sikat. Tapi perlu diperhatikan, jangan menggosok lantai yang sudah ditumbuhi lumut dengan keras, tujuannya adalah agar lumut tersebut tetap ada ketika katak / percil yang baru dimasukkan nanti langsung dapat beradaptasi dengan baik. Sterilkan kolam dengan menyemprotkan antiseptik secukupnya, agar bakteri yang tersisa mati dan kolam dalam keadaan baik. Kolam siap dipakai sesuai dengan kebutuhan.

Gambar Katak Lembu

11. KESIMPULAN
Beternak katak lembu / bullfrog memang sangat menjanjikan bila dilihat langsung dari hasil yang diperoleh, namun hal ini tidak serta merta bisa dijadikan pegangan utama dalam berternak. Karena perlu banyak pertimbangan yang matang sebelum memulai beternak katak lembu / bullfrog. Katak jenis katak lembu / bullfrog adalah katak yang mudah beradaptasi di alam tropis, sehingga dapat dibudidayakan didaerah kita. Namun sayang beribu sayang, sulitnya menemukan peternak katak lembu / bullfrog khususnya penjual kecebong maupun percil yang siap jual. Tidak semua daerah terdapat peternak katak lembu / bullfrog, sehingga bagi pemula yang ingin mengawali beternak katak ini kadang harus gigit jari dulu sebelum memulainya. Kemana harus membeli bibit, dan kemana harus menjualnya. Bahkan ada beberapa daerah yang sudah kesulitan dulu dari segi pembelian pakan. Cari sumber referensi yang tepat, baik dari online maupun dari buku panduan, meskipun sangat terbatas, bisa dibilang langka untuk cara budidaya katak lembu / bullfrog. Kebanyakan petunjuk dari online / internet hanya copy paste dari "tetangga" sebelah. Jadi meskipun ada beberapa referensi dari situs / blog yang berbeda, tapi isinya sama. Dengan tidak menyalahkan maupun menilai situs / blog lain itu-itu saja isinya (monoton), ataupun menganggap tulisan saya ini paling benar / original, saya hanya ingin berbagi ilmu kepada para pembaca yang benar-benar ingin beternak katak ini dengan serius. Sehingga dengan bahan yang saya tulis ini, ada gambaran / referensi lain yang langsung berasal dari pengalaman pribadi saya sendiri. Sehingga aplikasi dilapangan nantinya kurang lebih sama dengan pengalaman yang saya jalankan dan bukan teori saja. Bagi saya, berbagi ilmu beternak katak lembu / bullfrog ini adalah ibadah yang luar biasa.